Maag Akut

Selamat dini hari. Selamat gak tidur. Sleepless. Again. Beberapa hari merasa gagal produktif, bahkan kebiasaan lama muncul. Lupa makan. Bisa sehari sekali, bisa sekali dalam dua hari. Kenapa? Waktu berjalan sangat cepat dan saya lupa. 

Beberapa bulan yang lalu penyakit lambung saya kambuh, maag. Terasa sekali selama sebulan saya tidak produktif sama sekali. Memang sih ada teman yang berkomentar, "Cuma maag, kan?" Ya, cuma maag :| dan semoga dia tidak pernah merasakan apa yang saya alami.

Berikut hal-hal yang menyebabkan penyakit maag:
1. Sakit kepala yang saya pikir awalnya adalah migrain atau sekedar darah rendah. Fyi, tekanan darah saya normal pun rendah. 
2. Mual saat makanan masuk, bukan seperti mual biasanya, tidak tertahan sehingga semua makanan yang masuk semua saya muntahkan. Alhasil saya 3 hari tidak mendapat asupan makanan apapun.
3. Sakit saat makanan maupun minuman masuk. Lambung saya termasuk sensitif (mungkin memang karena sudah ada gejala maag) saya pernah menderita gastroentritis, diare akut yang menyebabkan diare parah sampai seminggu baru mulai pulih. Mulai pulih, belum pulihnya lho. Gastroentritis juga menyebabkan sakit perut luar biasa saat makanan masuk, bedanya maag ini disertai mual dan sakit luar biasa bahkan ketika masuk cairan seperti air putih.
4. Terasa nyeri di ulu hati. Ini jelas sekali, tandanya kadar asam di lambung tinggi. Rasa nyeri karena asam lambung ini bisa dirasakan tidak hanya sampai sebatas ulu hati, sampai dada bahkan teman saya ada yang sampai di atas dada.
5. Sering sekali sendawa. Sendawa dan bau mulut tidak sedap merupakan tanda-tanda bahwa ada yang tidak beres pada lambung. Dalam hal ini  sendawa saya nyaris tidak berhenti.
6. Saya saat itu tetap nekat berangkat ke dokter umum sampai pada akhirnya tepat seminggu makanan yang sedikit sekali saya makan lalu saya muntahkan kembali itu terdapat bercak-bercak darah di dalamnya. Jelaslah sudah saya harus mendatangi dokter spesialis.

Penyebab penyakit maag yang saya lakukan, kesalahan hidup sih sebenernya:
1. Pola hidup kurang sehat. Seperti tidak sarapan pagi, makan kalau lapar saja, tidur larut malam ketika lembur. 
2. Terlalu sering makan makanan yang mengandung kadar minyak tinggi. Namanya anak kost di jogja, selalu beli makanan karena pada saat itu kosan saya tidak memiliki dapur dan makanan di jogja rata-rata gorengan dan menggunakan sambal tanpa sayur.
3. Insomnia, terlalu sering begadang. Pola hidup tidak sehat. Anak arsitektur *pembelaan diri*.
4. Kelelahan dan stress. 
5. Mengkonsumsi aspirin untuk meredakan sakit kepala. 
6. Mengkonsumsi produk susu sapi secara rutin seperti susu kotak dan yogurt.
Hal-hal tersebut lah yang saya alami, memang masih banyak penyebab yang lainnya seperti mengkonsumsi minuman bersoda, beralkohol, dan merokok.

Terlalu banyak alasan pembelaan saya saat itu, walaupun sampai dimarah oleh dokter spesialis penyakit dalam saya. Sebenarnya pada saat itu saya diminta untuk rawat inap dikarenakan tidak bisa mencerna makanan yang masuk ke lambung dikarenakan dinding lambung menunjukkan indikasi luka, tapi aatapi takut. Pikiran saya sudah berimajinasi kalau harus rawat inap dan pemeriksaan lambung lebih lanjut yang mengerikan. Walau dimarahin sama dokter saya tetep ngotot rawat jalan. Akhirnya dokter saya menyerah dan hanya memberikan obat-obatan. Obatnya cukup banyak, ya banyak. Ada yang berbentuk sirup adan yang tablet sebesar kancing baju dan harus saya potong jadi dua baru bisa tertelan. Obat-obatannya kalau saya tidak salah baca ada antasida, ranitidin, anti asitas, dan lain-lain. Iya, harga kontrol dokter spesialis bahkan lebih mahal daripada harga total obatnya. Ilmu itu mahal :|

Di luar dari itu saya tiba-tiba teringat bahwa orang tua saya rajin mengkonsumsi obat-obatan herbal. Saya coba ingat-ingat lagi apa ada ya obat herbal untuk luka dalam. Ada. Saya browsing ternyata benar ada, namanya Jelly Gamat. Kalau sudah familiar dengan obat-obatan herbal pasti terbiasa. Oh ya, tablet susu kambing juga bisa, tapi karena saya hanya bermodalkan tabungan dan belum berani memberitahukan orang tua saya memilih Jelly Gamat. Obat herbal tidak tersedia di sembarang toko atau apotek. Di jogja saya diberitahukan oleh teman saya Dewi, ada toko-toko yang menjual madu murni di Jogja, di Jalan Tamsis. SGM lurus ke selatan dan di situ bertebaran toko-toko obat-obatan herbal. Ada banyak produsen lokal dan luar negeri yang memproduksi Jelly Gamat yang berasal dari rumput laut ini. Jadi bisa pilih, dasarnya saya orangnya khawatiran saya memilih yang lebih mahal, buat apa sih? :|

Alhamdulillah selang dua bulan setelah hanya bisa mengkonsumsi bubur polos dan air putih dan rawat jalan seminggu sekali, saya berangsur pulih. Tepat setelah tabungan mulai menipis akhirnya memberitahuka orang tua hehehe. Sampai sekarang saya tidak bisa mengkonsumsi susu sapi yang kemudian saya ganti dengan susu kambing. Susu kambing bisa diperoleh di apotek, selain membantu mengurangi asam lambung susu kambing juga mengandung kadar lemak rendah dan lebih banyak kandungan gizinya serta tidak seamis susu sapi sehingga tidak mual walau harganya hampir dua kali lipat susu sapi bubuk. Mengurangi sekali makan mie instan ataupun minuman bersoda dan asam serta tidak makan makanan pedas saat perut kosong.

Tapi entahlah kalau sekarang akan kambuh lagi. Semoga ini migrain biasa. 







0 komentar:

Posting Komentar