Hijab Syar'i Doesn't Trouble Shalihat



Katakanlah pada wanita wanita yang beriman; ‘’hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali apa yang biasa tampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.” (QS. An Nuur: 31)

Dan tidaklah patut bagi laki laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi wanita yang mu’minah apabila Allah dan rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan ,tidak akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka .dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzaab: 36)

Sempat suatu ketika saya meng-kepo sebuah fanpage di facebook, semacam forum dakwah melalui grafis kreatif, sampai pada suatu pembahasan mengenai khimar. Wanita yang berhijab dengan khimar namun tetap 'memelihara' punuk unta di kepalanya dijamin oleh QS Al Ahzaab: 36 tidak akan mencium bau syurga sekalipun. Ehm, seram. Iya, seram. 

Grafis yang dimunculkan bagus tapi memang saya kepo sekali dan mulai scrolling ke komen-komen pembaca. Sayang sekali pada desain grafis kali itu yang paling banyak komen justru dari kaum lelaki. Kalau komen sekedar, "Yang penting hatinya dulu yang dijilbabi," "Yang penting kan sudah menutup (membalut: red) aurat daripada yang buka-bukaan!" Yes, indeed, just another common comment. Ya, walaupun saya sendiri kurang setuju, karena belum pernah baca perintah 'menjilbabi hati', yang ada hanya 'menutup aurat' dan meng-istiqomahkan diri. 

Apa yang saya baca sangat mengejutkan saya yang memang mudah kaget ini, ada satu komen kira-kira begini, "Pakai jilbab saja kok diatur-atur, saya menyukai page ini karena ingin tau dan belajar bukan mengikuti aliran semacam ini. Masih banyak di luar sana yang tidak berjilbab, dst. dst." yang berakhir dengan perdebatan kurang penting di balasan komennya. Saya hanya kaget, yang wanita saja tidak sebegitunya offensif. Oh, ya, kutipan yang tadi saya edit sedikit agak banyak karena dirasa kurang pantas ditulis ulang :)

Kok lu ngurusin banget sih, mon?? Itu kan hobi :| 

Bukan berarti saya belum pernah mencoba segala yang saya tulis di grafis di atas. Hijab-hijab ribet dengan bahan mulai dari paris, pashmina, chiffon berpola polos, bunga-bunga, kotak-kotak pernah saya gunakan. Mereka pernah membungkus aurat di kepala saya selama kurang lebih setengah tahun lamanya. Dililit, diputar, diambil sebelah kanan, disematkan, dipentulin pernah saya lakukan, berniat mau bikin tutorial segala. Kurang selo apa saya. Hanya punuk unta yang belum pernah saya coba. Nyatanya apa sekarang? Saya menyesal tuh pernah mengalami fase itu. Fase di mana terkena virus kerudung gaul yang ngakunya sih syar'i. Kerudung ribet lilit bungkus sana sini, kaus ketat, blazer pendek, dan celana jeans. Itu penampilan common sekarang ini, bisa lihat di mana-mana.

Ya, sudah semoga yang lainnya cepat meninggalkannya dan semoga setelah ekspansi hijab gaul ini lenyap, yang memakai kerudung juga tidak ikutan lenyap :3

Poster di atas sudah lama tidak sketsa ternyata parah sekali sketsa sekarang :(

0 komentar:

Posting Komentar